Alhamdulillah
hasilnya dua garis merah di testpack itu, meskipun yang satuan garisnya agak
kurang jelas, tapi menurut literature yang ada di pamfletnya, itu menunjukkan
bahwa aku hamil. Refleks setelah itu suami langsung meluk aku dan menangis.
Alhamdulillah ucap syukur kami bersamaan, setelah itu kami lanjut tidur karena
pagi nanti kami harus ke dokter untuk memastikan aku beneran hamil atau tidak.
Paginya
aku bersama suami ke salah satu rumah sakit swasta di kota Mataram, antri lumayan
lama sambil nonton acaranya Raffi Ahmad nikah sama Nagita. Akhirnya setelah
ngantri lama, giliran aku dipanggil, aku sama suami masuk ruangan dokter.
Deg-degan banget nunggu hasilnya. Begitu di USG, dokter belum bisa menemukan
tanda-tanda kehamilanku, takut aku kalo-kalo ternyata hasil test tadi nggk
akurat, takut bikin suami kecewa lagi ( sebulan sebelumnya suami berfikir aku
hamil ). Setelah USG nggk ketemu, akhirnya dokter memeriksa dengan metode
transvaginal dan hasilnya tampak jelas disitu ada selaput pembungkus janin yang
nampak, meski janinnya belum terlihat, dan itu artinya AKU HAMIL.
Thanks
GOD…. I’m so happy now…
Aku
merasa ada yang aneh dengan indra penciumanku, mulai dari bumbu goreng, wangi
parfume, wangi sabun, dan kini wangi tubuh suamiku sendiri enggan aku mencium
baunya. kata mama itu bawaan bayi, jadi wajarlah kalo kayak begitu. Udah hidung
yang bermasalah, sekarang lidah ikutan bermasalah, nggk ada makanan yang masuk,
paksain makan ujung-ujungnya malah muntah. Minum susu buat debay malah muntah
juga, obat dari dokter juga dimuntahin… Astagfirullah….. kenapa jadi begini,
kasian bayiku… L L
Aku
juga merasa badanku lemah, aku paksain untuk makan roti walaupun sedikit,
daripada kondisi makin ngedrop, selain nggk baik buat aku, hal ini juga nggk
baik buat janinku…
Semoga
ini cepat berlau Tuhaaannn… L
Mataram,
18 Nopember 2014. Hari ini aku ditemani suami ke Rumah Sakit lagi buat Check up
dedeq bayi…
Alhamdulillah
banget, sekarang udah keliatan janinnya, usia kandunganku sekarang masuk 9
minggu….
Rasanya
seneng banget liat anakku dilayar monitor itu, hemmmmm
Cepet besar yaaa sayang, tumbuhlah dengan baik dirahim
bunda….
Akan
tetapi, hari ini jadi pemeriksaan terakhir ditemenin suami, sebentar lagi suamiku
berangkat lagi melaut, kapalnya berlayar dalam waktu yang cukup lama. Tapi nggk
apa-apa toh juga kepergiannya kan untuk bekerja dan menuntut rezeki untuk aku
dan calon anak kami. Aku hanya bisa berdoa agar suamiku “My Sailor” baik-baik saja disana serta dapat menjaga hatinya untuk
keluarga kecil kami.
Akhirnya
waktu itu tiba, Jum’at 5 Desember 2014 Sang Popeye berangkat berlayar dan itu
artinya 7 bulan kedepan aku tidak berjumpa dengan suamiku tercinta. Selamat
berlayar sayang, hati-hati dalam bekerja yaa yah, bunda akan selalu merindukan
ayah.
Ya
Allaah…
Berikanlah
suami hamba kesehatan, lapangkanlah rezekinya, jauhkan ia dari segala mara
bahaya, dan tuntunlah kami agar kami menjadi manusia yang penuh sabar.
Amanah yang suamiku
titipkan akan aku jaga dengan sebaik-baiknya...
“Jagalah apa yang sudah
Allah titipkan dalam rahimmu, aku percaya kau mampu bertahan dalam penantian
panjang ini, aku akan kembali untukmu juga calon anak kita dengan membawa
rezeki yang halal. Doakan aku selama tugas berlayar, ini kulakukan semata-mata
untuk memenuhi kewajibanku sebagai suami untuk menafkahimu, laut lepas adalah
ladang amal dan ibadahku untukmu dan calon anak kita, keluarga kecil kita”.




